Wisata Religi di Kampung Mahmud

Wisata religi di kalangan umat Islam di Indonesia sudah mulai ramai dari beberapa puluh tahun ke belakang. Biasanya tempat – tempat yang didatangi oleh para peziarah adalah tempat di mana para wali Allah mengajarkanajaran islam untuk pertama kali atau tempat di maqamkannya para wali Allah tersebut. Maqam Sunan Gunung Jati di Cirebon menjadi salah satu tempat yang cukup ramai dikunjungi oleh para peziarah.

Untuk para warga Bandung yang suka berziarah mungkin tidak asing dengan nama  Kampung Adat Mahmud yang berada di Desa Mekar Rahayu , Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. Nama kampung ini cukup terkenal karena yang membangun kampung bernamah Eyang Abdul Manaf yang merupakan keturunan dari Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.

Eyang Abdul Manaf sendiri membangun kampung ini sekitar abad ke 15. Sebelumnya beliau meninggalkan kampung halamannya untuk pergi ke Mekkah tinggal dan belajar agama di sana dalam kurun waktu yang cukup lama, namun pada suatu hari Eyang Abdul Manaf ingin kembali ke kampungnya. Sebelum pulang beliau berdoa di Gubah Mahmud yang lokasinya dekat dengan Masjidil Haram. Dalam doanya tersebut dipanjatkan bahwa beliau ingin kampungnya bebas dari penjajah. Pemberian nama Mahmud sendiri berasal dari sekepal tanah yang dibawa oleh Eyang Abdul Manaf dari Gubah Mahmud.

Maqom Mahmud yang merupakan maqom dari Eyang Abdul Manaf ini memang ramai dikunjungioleh para peziarah. Kharisma beliau yang merupakan salah satu penyebar Islam di tanah Priangan menjadi daya tarik sendiri bagi para peziarah. Dalam menyebarkan agama Islam, beliau konsisten mengajarkan ilmu Tauhid. Eyang Abdul Manaf juga selalu mengajarkan kepada pengikutnya untuk selalu bersikap rendah hati dan mencontoh amalan Rasullullah SAW.

Beberapa pantangan yang dibuat oleh Eyang Abdul Manaf masih bertahan hingga saat ini diantaranya dilarang beternak kambing dan soang, menggelar wayang, menabuh goong, menampilkan jaipongan dan membuat sumur. Selain itu untuk yang berada di lingkungan kampung rumah dilarang dibangun secara megah dan tidak boleh menggunakan batu bata juga  memasang kaca tujuannya adalah mengajarkan  soal rendah hati.

Lokasi Kampung Mahmud sendiri sebenarnya cukup terpencil,  namun dengan adanya tol Soroja para peziarah bisa langsung keluar di pintu tol Margaasih. Setelah keluar bisa langsung ditanyakan kepada warga jalan menuju kampung Mahmud.

Karena saat ini wisata religi semakin banyak peminatnya, sektor ini harus sudah mulai dikembangkan dan dilihat potensinya oleh pemerintah setempat. Karena dengan begitu bisa mengangkat keadaan ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Selain itu pemerintah setempat juga bisa menggali potensi lainnya yang berada di sekitar tempat wisata religi tersebut.

Situs maqom Mahmud ( Pic : Nanjung.desa.id )

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *