Vihara Vipassana Graha Nuansa Thailand di Lembang

Negeri Gajah Putih atau yang biasa kita kenal dengan nama Thailand mempunyai ornamen yang khas di setiap bangunannya, terutama bangunan Viharanya. Agama Budha menjadi agama yang paling banyak dianut oleh warga Thailand, sehingga kita dengan mudah menemukanbe Vihara di negara tersebut layaknya menemukan masjid di negara kita.

Semua yang berhubungan dengan arsitektur Vihara di Thailand menjadi daya tarik sendiri untuk para wisatawan, apalagi kalau untuk dijadikan titik berfoto. Namun apabila kita belum sempat berkunjung ke Thailand mungkin kita bisa mencoba lebih dulu ke Vihara Vipassana Graha yang berada di kawasan Lembang, Bandung Barat tepatnya di Desa Cikahuripan.

Vihara ini fungsi utamanya memang tempat untuk beribadah Umat Budha Theravada. Pendirian Vihara ini sendiri tak lepas dari organisasi Majelis umat Budha Teravada yang berada di Bandung yang mulai didirikan oada tahun 1976. Pada tahun 1985 seorang Bhikku dari Thailand berkunjung ke Bandung untuk yang pertama kalinya, bhikku tersebut bernama Bhante Phaopan . Karena biasanya seorang Bhikku suka melakukan meditasi ( Vassa ), maka bhikku tersebut ditempatkan di sebuah tempat yang merupakan pusat meditasi yaitu di daerah Cikahuripan.

Umat Budha Theravada di Bandung sangat ingin mempunyai Vihara sendiri hal itu selalu disampaikan kepada Bhikku yang berkunjung ke Bandung. Sehingga beberpa Bhikku yang berkunjung dan melakukan Vassa di Bandung selalu menyetujui bahwa di Bandung ini memang sudah sepatutnya dibangun sebuah Vihara untuk umat Budha Teravada.

Hubungan antara Bandung dan Thailand sebenarnya bisa cukup baik karena Raja Thailand ( Rama VII ) pernah tingga di kota Bandung tempatnya di kawasan Cipaganti. Selain itu yang paling terkenal tentu saja prasasti yang berada di Curug Dago. Prasasti itu menjelaskan kalau Raja Rama ke V ( Raja Chulalongkorn ) pernah berkunjung ke kawasan itu, prasastinya masih cukup terawat higga saat ini.

Kembali ke Vihara Vepassana Graha, rencana pembangunan Vihara ini dimulai sejak tahun 1987 namun peletakan batu pertamanya dimulai pada bulan Februari 1992. Gaya arsitektur yang dipilihpun sangat kental dengan gaya arsitek dari Thailand. Cat dinding yang dominan warna putih dan atap runcing menjadi ciri khas Vihara ini, dan yang paling kentara adalah adanya patung gajah putih yang berada di kawasan ini.

Memang tujuan utama pembangunan Vihara ini sebagai pusat meditasi umat Budha Teravada. Namun seiiring waktu kawasan di Vihara ini bebas untuk dikunjungi siapa saja, sekadar untuk melihat – lihat maupun berfoto. Di suatu sudutnya Vihara ini juga sudah dipasang tanda “love” yang menjadi ikon untuk tempat berfoto para pengunjung.

Dengan dibebaskannya Vihara bergaya Thailand ini untuk dikunjungi, ada baiknya pengunjung tetap mematuhi apa yang menjadi peraturan di kawasan Vihara ini. Menjaga kebersihan  dan tidak berisik menjadi hal yang paling utama yang harus dipatuhi oleh para pengunjung. Untuk mengunjungi tempat ini kita cukup mendonasikan sejumlah uang berapapun ke dalam tempat yang disediakan. Selamat mengunjungi “Thailand” di Lembang.

Vihara Vipassana Graha ( Pic : Situsbudaya.id )

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *