Situs Candi Bojongmenje

Pada 18 Agustus 2002 masyarakat Bandung digemparkan dengan penemuan sebuah candi yang berada di kampung Bojongmenje,Kelurahan Cangkuang, Rancaekek. Nama Bojongmenje pun disematkan pada candi tersebut.  Candi ini ditemukan secara tidak sengaja oleh warga yang menggali tanah untuk mencari rayap sebagai umpan ikan.

Setelah menggali dan menemukan beberapa struktur bangunan yang dibuat dari bebatuan jenis vulkanik. Area penemuan candi sendiri merupakan area permakaman umum. Beberapa hari kemudian penemuan tersebut dilaporkan kepada dinas terkait.

Dinas kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat yang menerima laporan akan situs candi ini kemudian bersama tiim dari Balai Arkeologi Bandung langsung melakukan peninjauan ke lokasi ditemukannya candi. Pada September 2002 tim gabungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Balar Bandung dan Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Serang melakukan ekskavasi  d sekitar lokasi candi.

Penemuan situs candi Bojongmenje ini menambah daftar penemuan candi di wilayah Kabupaten Bandung. Sebelumnya pada tahun 1986 sebuah bangunan candi ditemukan di daerah Bojongemas, Solokanjeruk. Sedangkan di Desa Tanggulun ditemukan sebuah batu candi yang mirip dengan sebuah Yoni dan nampaknya berfungsi sebagai tempat pemujaan.

hingga tahun 2005 penggalian situs belum selesai semuanya, akan tetapi denah candi sudah bisa di tebak. Diperkirakan denah candi berbentuk bujur sangkar dengan sisi sepanjang 6 meter. Dari reruntuhan yang sudah digali, dapat diketahui bahwa candi Bojongmenje ini merupakan candi yang sangat sederhana. Tidak ada relief tertentu pada candi itu.

Memang belum ada catatan resmi yang mengaitkan situs candi Bojongmenje dengan kerajaan manapun dari daerah Jawabarat. Namun karena letaknya berada di Rancaekek penemuan candi ini bisa dikaitkan dengan kerajaan Kendan yang berada di sekitar wilayah Nagreg. Candi ini diperkirakan dibangun sekitar abad ke 7 atau 8 Masehi, dengan demikian candi ini usianyaa lebih tua dari beberapa candi yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di tepi kawasan area ekskavasi didirikan bangunan sementara yang digunakan sebagai tempat pencatatan, penelitian dan tempat penyimpanan benda – benda arkeologis yang ditemukan. Diantara reruntuhan candi selain batu andesit ditemukan juga potongan – potongan bata merah. proses perekaan tata letak candi itu masih terus saja dilakukan, semuanya dilakukan untuk terus menggali informasi candi tersebut yang bisa berhubungan dengan kehidupan masa lalu.

Candi Bojongmenje ini diapit oleh permukiman penduduk dan juga bangunan pabrik, jalan menyusur gang harus kita lalui jika ingin menuju ke lokasi candi ini. Papan penunjuk situs yang berada di pinggir jalan raya Rancaekek – Cicalengka seharusnya bisa lebih diperjelas lagi karena  dapat membantu pengunjung yang ingin melihat ke lokasi penemuan candi karena saat ini papan penunjuk tersebut terlihat kurang begitu jelas. Semoga kedepannya penemuan candi seperti ini bisa terus memberikan informasi terkait jejak sejarah di wilayah Jawa Barat dan Bandung pada khususnya.

Reruntuhan candi Bojongmenje ( Pic : situsbudaya.id )

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *