Jalan – Jalan ke Kampung Adat Cikondang

Pangalengan yang terkenal dengan hasil kebun maupun peternakannya ternyata menyimpan sebuah situs sejarah yang sudah berusia sekitar 2 abad yang bernama kampung adat Cikondang. Situs ini berada di Desa Lamajang, cukup jauh dengan pusat kota Pangalengan karena letak desa ini sebenarnya berbatasan langsung dengan kecamatan Cimaung.

Akses ke situs ini sebenarnya cukup mudah, PLTA Cikalong dapat menjadi  patokan yang paling mudah untuk menuju ke kampung ini. Papan informasi mengenai kampung adat ini juga terpasang di pinggir jalan raya Pangalengan – Banjaran tepatnya di daerah Cibiana setelah Puskesmas Cikalong.

Tidak ada sejarah pasti yang menerangkan tentang kampung adat ini, hanya sejarah lisan yang diceritakan secara turun temurun yang bisa menjadi gambaran tentang asal usul kampung ini. Masyarakat di daerah Cikondang ini percaya bahwa Uyut Pameget dan Uyut Istri  adalah seorang wali yang menyebarkan agama islam di kawasan Cikondang. Sampai saat ini  kampung adat Cikondang masih mempertahankan dan memperlakukan aturan adat yang dibuat oleh leluhur yang membuka kampung ini. Makam leluhur kampung sampai saat ini masih banyak dikunjungi oleh para peziarah.

Di kampung adat ini masih terdapat beberapa peninggalan leluhur yang masih dirawat, diantaranya ada rumah adat yang bentuk atapnya berbentuk Julang Ngapak, Lisung, Kalender abadi yang terbuat dari kayu dan hanya bisa dibaca oleh kuncennya saja. Selain itu ada juga hutan larangan yang di hari – hari tertentu sama sekali tidak boleh dikunjungi.

Menurut cerita sebenarnya di kampung ini terdapat sekitar tahun 1940 terdapat enam puluh rumah, namun karena kebakaran besar yang terjadi tahun 1942 seluruh rumah ludes terbakar dan hanya tersisa rumah adat. Sampai saat ini  penyebab kebakaran itu sendiri masih tidak diketahui, berbagai spekulasi berkembang di masyarakat salah satunya cerita soal dibumihanguskannya kampung ini oleh Belanda karena diduga sebagai tempat bersembunyi para pejuang.

Upacara ritual di kampung ini dilaksanakan setiap tanggal 15 Muharam, beberapa peralatan yang disimpan di rumah adat dikeluarkan untuk upacara ini termasuk peralatan masak yang masih asli sejak dua abad silam.

Seperti dijelaskan di atas, setiap kampung adat ini mempunyi peraturan sendiri  jadi untuk yang ingin berkunjung ada baiknya memperhatikan betul apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan di kampung ini. Hal ini semata untuk masih tetap menjaga dan melestarikan apa yang menjadi adat istiadat di kampung ini.

Rumah adat kampung Cikondang ( Kemendikbud.go.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *