Menengok Potensi Cilengkrang di Kaki Manglayang

Potensi wisata alam di Bandung Timur kian hari kian menarik kunjungan para wisatawan. Di kawasan Bandung Timur dikenal ada wisata Saung Angklung Udjo, Bukit Moko, Puncak Bintang, Curug Batu Templek hingga kawasan wisata di Gunung Manglayang. Kawasan Gunung Manglayang dikenal sebagai salah satu jalur pendakian. Di kaki Gunung Manglayang dikenal wisata Batu Kuda, Oray Tapa, Palintang, hingga ke arah daerah Jatinangor atas ada Bumi Perkemahan Kiarapayung.

Cilengkrang berada di kawasan Gunung Manglayang sebelah timur kota Bandung. Di sana terdapat Curug Cilengkrang yang merupakan obyek wisata yang dikelola Perum Perhutani PH Unit 3 Bandung Utara dan masyarakat setempat.

Curug Cilengkrang ini berupa rangkaian air terjun dalam rentang 2 kilometer di sepanjang aliran Sungai Cihampelas.  Sungai ini mengikuti alur lembah Gunung Manglayang  dari utara ke selatan. Rangkaian gunung atau bukit di Bandung Utara banyak terpaut dengan legenda Sangkuriang.

Selain Curug Cilengkrang, ada pula obyek wisata Manglayang Jungle Place (MJP) terletak di Cilengkrang 1 Kampung Cigupakan RW 03, Cilengkrang. Salah satu daya tarik tempat ini adalah menyajikan area pandang untuk melihat dataran Bandung. Di sini terdapat beragam wahana, dari waterboom, area kemping, rekreasi outbond, kuliner, pertunjukan kesenian Sunda, paintball dan flying fox.

Dalam hal potensi usaha, di Cilengkrang terdapat peternakan burung puyuh. Di tangan Andri Warliyansyah, seorang peternak muda asal Cilengkrang, Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, burung puyuh dijadikan salah satu komoditi unggas yang memiliki nilai jual tak ubahnya ayam potong. Burung puyuh merupakan salah satu rumpun unggas lokal Indonesia yang mempunyai sebaran geografis hampir di seluruh nusantara.

Beberapa lokasi di Kabupaten Bandung terkenal dengan hasil kopinya, diantaranya Puntang, Malabar Pangalengan, juga kopi dari kawasan Cilengkrang. Di Cilengkrang sedang dikembangkan, salah satunya lewat Kampung Kopi.

Kampung Kopi berada di Bukit Palasari, Kecamatan Cilengkrang. Terletak di kawasan Bandung Utara, tepatnya di lereng Gunung Manglayang. Kopi di daerah tersebut memiliki ciri khas yakni arabika “kopi jalu”.

Kolenang, akronim dari Kopi Legok Nyenang. Dalam memaksimalkan hasil panen raya kopi arabika di Bukit Palasari, kolenang yang dihasilkan petani kopi Cilengkrang dari KTH (Kelompok Tani Hutan) Giri Senang, Desa Giri Mekar, Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pembibitan hingga pemasaran dalam negeri. Bahkan yang membanggakan, kopi dari sini pun masuk ke pasar Perancis.

Kelompok Tani Hutan Giri Senang, Kampung Legok Nyenang, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, berhasil mengolah kopi menjadi manisan. Kampung ini merupakan salah satu dari sekian banyak kampung edukasi yang dimiliki Kabupaten Bandung, yang pernah diganjar penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup di bidang edukasi lingkungan.

Produksi manisan kopi sudah dimulai sejak 2015. Saat itu, para pengurus berinisiatif mengolah kopi tidak hanya menjadi minuman biasa. Alhasil, kopi yang masih berupa biji ceri dikeringkan terlebih dulu sebelum diolah menjadi manisan. Selanjutnya, ceri diolah dengan gula agar rasanya tidak terlalu pahit. Rasa dari manisan kopi asli Gunung Palasari ini manis dan sedikit asam. Para pecinta kuliner pasti ketagihan dengan rasanya.


Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *